Langsung ke konten utama

 

Apa Itu Data Science?

data science merupakan ilmu yang menggabungkan sebuah kemahiran di bidang ilmu tertentu dengan keahlian pemrograman, matematika, dan statistik.

Tujuannya adalah untuk mengekstrak sebuah pengetahuan atau informasi dari data.

Biasanya, orang-orang yang mahir dalam bidang data science menggunakan algoritma machine learning atau pemelajaran mesin.

Hal ini berguna dalam mengolah teks, gambar, video, audio, dan lain-lain untuk menghasilkan sistem kecerdasan buatan.

Sistem kecerdasan buatan ini dapat dirancang untuk melakukan berbagai tugas yang terlalu sulit untuk kecerdasan manusia.

Hasil data yang diolah sistem kecerdasan buatan akan dapat dimanfaatkan oleh analis dan pengguna dalam bisnis untuk merancang strategi yang tepat untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai sebuah tujuan.

Mengapa Data Science Penting?

Data science adalah ilmu yang penting, karena bisnis kecil maupun besar sangat bergantung pada data.

Jika perusahaan tidak mampu mengolah data, bisnis tidak akan memiliki pedoman untuk strategi operasi yang efektif dan efisien untuk mendapat keuntungan.

Saat ini, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia semakin menyadari pentingnya data science, kecerdasan buatan, dan machine learning.

Jika sebuah bisnis ingin berkompetisi dan tetap relevan, ia harus mampu mengimplementasi data science.

Hal Varian, seorang ahli ekonom Google dan dosen Ilmu Komputer, Bisnis, dan Ekonomi UC Berkeley, mengatakan bahwa kemampuan mengambil, memahami, memroses, dan menyaring nilai dari suatu data serta memvisualisasikannya adalah keahlian yang semakin penting di dekade yang akan datang.

Tentu saja, orang yang memiliki pemahaman data science yang baik akan menjadi berharga dan banyak dicari.

5 Skill yang Wajib Dimiliki Data Science

Ada beberapa skill wajib yang harus dipunyai semua data scientist. Berikut adalah beberapa diantaranya:

  • Statistika — salah satu skill dasar yang data scientist perlu kuasai adalah statistika. Skill ini nantinya akan digunakan untuk menentukan algoritma yang tepat untuk sebuah data dan juga mengembangkan software machine learning.
  • Machine Learning — data scientist yang bekerja pada perusahaan yang bersifat data-driven akan membutuhkan skill machine learning untuk menentukan algoritma dari data yang tak terstruktur dari sebuah kumpulan data besar.
  • Kalkulus & Aljabar — menguasai kalkulus dengan fungsi yang bisa diterapkan di banyak variabel dan aljabar linear merupakan salah satu skill dasar yang perlu dimiliki seorang data scientist.
  • Pembacaan dan pemetaan data — skill ini digunakan untuk membuat data-data yang ada bisa dengan mudah dibaca oleh komputer dan juga manusia.
  • Pemrograman & coding — salah satu skill wajib yang harus dipunyai seorang data scientist adalah programming dan juga coding. Meskipun tidak harus tau semuanya, paling tidak seorang data scientist harus menguasai bahasa pemrograman seperti SQL maupun Python.

Proses Data Science

Menurut Towards Data Science, menjelaskan proses data science adalah hal yang tidak mudah. 

Namun, kira-kira prosesnya dapat dirangkum dalam lima poin OSEMN sebagai berikut:

1. Obtain

Langkah pertama untuk memulai sebuah proyek data science adalah obtain, yaitu mendapatkan atau mengumpulkan data.

Data dikumpulkan dari sumber-sumber data. Kemudian digunakan kemampuan teknis seperti MySQL untuk memroses datanya.

Jika menggunakan Python atau R, kamu bisa langsung membaca data dari sumbernya secara langsung ke program data science yang digunakan.

Untuk mengambil data dari sumber, dibutuhkan kemahiran bermacam-macam sesuai dengan tipe dan ukuran file yang didapatkan.

2. Scrub

Setelah data dikumpulkan, hal selanjutnya yang harus dilakukan dalam tahap proses data science adalah scrubbing data.

Scrubbing data adalah proses pembersihan atau filter data.

Jika ada data yang tidak penting atau tidak relevan, harus disingkirkan.

Pada tahap ini, dilakukan juga standardisasi format data.

Dari format bermacam-macam di tahap pertama, seluruh data dikonversi ke satu format yang sama.

Setelah itu, jika ada data yang kurang atau hilang, harus dilakukan penyesuaian agar dapat diproses.

Proses scrubbing juga meliputi penyatuan dan pemisahan kategori data tergantung kebutuhan.

Pada dasarnya, tahap scrubbing merupakan proses mengatur, merapikan data, serta membuang apa pun yang tidak diperlukan, dan mengganti data yang hilang serta menstandardisasi seluruh formatnya.

3. Explore

Pada tahap ini, penggalian dan pemeriksaan data dilakukan.

Pertama-tama, semua data harus diperiksa propertinya, karena tipe data yang berbeda memerlukan perlakuan yang berbeda pula.

Kemudian, statistik deskriptif harus dihitung untuk dapat mengekstrak fitur dan menguji variabel yang signifikan.

Terakhir, visualisasi data digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tren signifikan dalam data yang sudah kamu dapatkan.

Dengan begitu, bisa diperoleh gambaran yang lebih jelas dengan grafik agar pentingnya data dapat lebih dipahami.

4. Model

Setelah memastikan tahap scrub dan explore sudah dilakukan maksimal, maka kamu dapat lanjut ke tahap data science selanjutnya, yaitu model.

Pada tahap ini, dibuat model data untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Pada tahap ini, digunakan regresi dan prediksi untuk memperkirakan nilai di waktu mendatang serta melakukan klasifikasi dan pengelompokan grup nilai dari data.

5. Interpret

Tahap terakhir dalam proses data science adalah interpretasi data.

Interpretasi data adalah proses penting di mana dilakukan interpretasi model dan data.

Output dari pengolahan data yang diinterpretasi harus bisa dipahami oleh orang-orang awam yang tidak mengerti istilah teknis.

Presentasinya bertujuan untuk menjawab persoalan bisnis berdasarkan data yang diperoleh.

Pada tahap interpretasi data, kemampuan komunikasi yang baik juga sangat dibutuhkan untuk menyampaikan poin-poin pentingnya secara efektif pada semua orang yang berkepentingan.

Contoh Penerapan Data Science

Sejatinya, data science adalah bidang yang bertujuan untuk memberikan insight signifikan dalam ketersediaan data yang banyak.

Ia biasanya terhubung pada berbagai bidang pekerjaan, dengan tujuan untuk melakukan proses perhitungan dan penerjemahan akan data yang hendak disaring.

Maka dari itu, ilmu satu ini dapat ditemukan penerapannya pada berbagai sektor industri, mulai dari bidang kesehatan hingga e-commerce untuk keperluan bisnis.

Nah, memangnya seperti apa contoh penerapan data science dalam era modern ini? Berikut adalah daftar dan pemaparannya.

1. Bidang kesehatan

Salah satu contoh penerapan terbesar data science adalah pada sektor industri kesehatan.

Bahkan, menurut laman Built In, ilmu data science pertama kali dikenalkan pada dunia lewat industri kesehatan pada tahun 2008.

Pada tahun tersebut, Google menemukan bahwa mereka dapat memetakan wabah flu secara real time dengan melacak data lokasi pada pencarian terkait flu.

Peta dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) yang ada dari kasus flu yang didokumentasikan, FluView, diperbarui hanya sekali seminggu.

Hasilnya, Google dengan cepat meluncurkan alat pesaing dengan pembaruan berita yang lebih up-to-date, yakni Google Flu Trends.

2. Bidang finansial

Contoh penerapan data science berikutnya adalah untuk keperluan fraud detection pada bidang finansial.

Kebanyakan bank dan perusahaan berbasis finance kini menggunakan data science untuk mengklasifikasikan, mengelompokkan, dan menyegmentasikan data yang mungkin menandakan pola penipuan.

Hal ini diperlukan guna menghindari terjadinya proses kriminalisasi berkelanjutan di dalam sistem milik perusahaan.

Sistem pakar dalam perusahaan finansial juga bisa mengkodekan data yang mampu mendeteksi penipuan dalam bentuk-bentuk yang tak terduga.

3. Bidang olahraga profesional

Siapa sangkah bahwa ternyata data science memiliki imbas yang cukup besar bagi dunia olahraga profesional.

Ya, ilmu satu ini ternyata sering digunakan untuk keperluan rekrutmen pemain muda yang berpotensi menjadi bintang.

Salah satu contoh penerapannya adalah pada tim baseball Oakland Athletics.

Mereka menggunakan statistik dalam gim yang sering diabaikan tim lain untuk memprediksi potensi pemain dan membentuk tim yang kuat dengan harga murah.

4. Bidang e-commerce

Contoh terakhir penerapan data science adalah pada bidang e-commerce untuk berbagai keperluan dynamic pricing.

Penetapan harga ini dibentuk oleh suatu perusahaan e-commerce untuk menyegmentasikan pelanggan atau konsumen secara tepat.

Dynamic pricing ini juga diperlukan agar setiap kelompok pelanggan dapat ditawari produk dengan harga yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Penghitungan dynamic pricing pada suatu perusahaan biasanya melihat dari berbagai macam kategori data, seperti lead timereview properti, dan fasilitas yang disediakan produk.

Pekerjaan yang Berkaitan dengan Data Science

Seiring berkembangnya data science, bidang profesi yang bernaung pada bidang tersebut kini sedang dicari-cari oleh kandidat.

Bahkan, menurut California Universitydata science adalah bidang pekerjaan yang paling berkembang sejak tahun 2017.

Tren perkembangan ini pun digadang-gadang akan semakin meningkat untuk tahun-tahun mendatang.

Nah, memangnya, apa saja contoh pekerjaan yang berada di bawah payung ilmu data science? Berikut daftar dan penjelasannya.

1. Data scientist

Salah satu pekerjaan utama di bidang data science yang bisa kamu jajal adalah sebagai data scientist.

Mereka adalah para pekerja yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis kumpulan big data terstruktur dan tidak terstruktur.

Peran mereka adalah untuk menggabungkan ilmu komputer, statistik, dan matematika untuk menganalisis, memproses, dan memodelkan data.

Data scientist juga harus menginterpretasikan hasil analisis untuk membuat rencana yang dapat ditindaklanjuti untuk keperluan bisnis perusahaan.

2. Data engineer

Data engineer adalah pekerjaan berikutnya yang dapat kamu temukan pada bidang data science.

Mereka yang bekerja sebagai data engineer berperan untuk merancang dan membangun sistem guna mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data dalam skala besar.

Profesi satu ini sejatinya merupakan bidang yang luas dengan penempatan yang tersedia di hampir setiap industri.

Bidang seperti machine learning dan deep learning tidak akan berhasil tanpa data engineer yang bisa memroses dan menyalurkan data.

3. Data analyst

Pekerjaan lainnya yang bisa kamu jadikan opsi bila tertarik untuk terjun ke dunia data science adalah sebagai data analyst.

Mereka mengumpulkan, membersihkan, dan menafsirkan kumpulan data untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah pelanggan.

Intinya, tanpa jasa seorang mereka, kumpulan data milik perusahaan takkan mampu ditafsirkan dan ditampilkan.

Data analyst sendiri dapat bekerja di banyak sektor industri, termasuk bisnis, keuangan, hukum, sains, kedokteran, dan pemerintahan.

4. Data storyteller

Pekerjaan terakhir yang dapat kamu jajal bila ingin berkecimpung di dunia data science adalah sebagai data storyteller.

Tugas mereka adalah mengumpulkan poin data dari berbagai sumber (seringkali mengintegrasikan analisis web, data dari studi khusus) dan mengidentifikasi wawasan untuk menarik kesimpulan.

Mereka juga harus menentukan cara memvisualisasikan data dengan baik agar bisa dicerna dan mudah untuk diingat oleh stakeholder dan pelanggan.

Begitulah gambaran ilmu data science serta tahapan prosesnya yang perlu kamu ketahui.

Data science memang tidak mudah diperlajari, namun, keahlian ini sangat penting bagi bisnis.

Jadi, jika tertarik mempelajari data science lebih lanjut, kamu harus berkomitmen menempuh studinya dan berlatih secara mandiri.

Kamu sendiri bisa, lho, pelajari istilah, tools, dan serba-serbi lainnya seputar data science.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Kasir Sederhana Menggunakan Python

  Pada artikel ini saya akan memberikan contoh program kasir penjualan sederhana menggunakan bahasa python, yang merupakan tugas yang pernah saya kerjakan pada mata kuliah dasar pemrograman, yang mungkin dapat membantu kalian yang sedang mencari refrensi untuk membuat program sederhana dengan bahasa python. Saya akan menampilkan studi kasus dari program, source code, dan file program nya, langsung saja ke intinya ya Studi Kasus : Kasir Penjualan Minuman Cafe Kedai Cafe Maulana menjual minuman cafe dengan berbagai pilihan menu, pada usaha kedai cafe ini sudah masuk (PKP) Pengusaha Kena Pajak. Dengan begitu penjual atau pengusaha memberikan pungutan tambahan biaya sebesar 10% atau ppn saat pembelian minuman cafe, berikut detai kasir penjualan minuman cafe: 1. Untuk proses penginputan pada mesin kasir perlu memasukkan list angka urutan menu yang tersedia (1,2,3, dan 4), kemudian lanjut ke input jumlah pesan. Jika proses input tidak sesuai dengan list menu yang tersedia maka akan muncu...